Dalam industri peternakan ayam, salah satu faktor yang sering diabaikan namun memiliki dampak besar adalah kadar amonia dalam kandang.
Gas amonia yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari gangguan kesehatan ayam hingga menurunkan produktivitas hasil ternak.
Amonia adalah senyawa gas yang berasal dari dekomposisi kotoran ayam. Jika tidak dikelola dengan baik, gas ini dapat mencapai tingkat berbahaya yang dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, gangguan pernapasan, serta meningkatnya risiko penyakit pada ayam seperti koriza dan CRD (Chronic Respiratory Disease).
Oleh karena itu, penting bagi para peternak untuk memahami cara mengendalikan kadar amonia di kandang ayam secara efektif.
Faktor Penyebab Kadar Amonia yang Tinggi di Kandang

Beberapa faktor utama yang menyebabkan peningkatan kadar amonia di kandang ayam meliputi:
- Ventilasi yang Buruk – Sirkulasi udara yang tidak optimal menyebabkan penumpukan amonia dalam kandang.
- Manajemen Litter yang Tidak Tepat – Litter atau alas kandang yang terlalu basah dan tidak rutin diganti dapat meningkatkan produksi amonia.
- Kelembaban Kandang Tinggi – Kelembaban yang tinggi mempercepat dekomposisi feses dan meningkatkan produksi amonia.
- Overpopulasi Ayam – Semakin banyak ayam dalam satu kandang, semakin tinggi pula produksi kotoran dan amonia.
- Pakan yang Tidak Tercerna dengan Baik – Pakan berkualitas rendah yang sulit dicerna oleh ayam dapat menyebabkan peningkatan ekskresi nitrogen yang berkontribusi terhadap produksi amonia.
Cara Efektif Mengendalikan Kadar Amonia di Kandang Ayam
1. Meningkatkan Sistem Ventilasi Kandang
Ventilasi yang baik sangat penting untuk mengurangi konsentrasi gas amonia dalam kandang. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ventilasi meliputi:
- Menggunakan kipas exhaust untuk meningkatkan sirkulasi udara.
- Memastikan ada cukup celah udara atau jendela di kandang.
- Menyesuaikan posisi kandang agar terkena aliran angin alami.
2. Manajemen Litter yang Tepat
Litter atau alas kandang harus dikelola dengan baik agar tidak terlalu lembab dan menjadi sumber utama amonia. Cara mengelola litter yang baik:
- Menggunakan bahan litter yang memiliki daya serap tinggi seperti serbuk gergaji, sekam padi, atau pasir.
- Mengganti atau menambahkan litter secara berkala agar tetap kering.
- Menjaga ketebalan litter sekitar 8–10 cm untuk membantu penyerapan kelembaban.
3. Penggunaan Produk Biodesis untuk Reduksi Amonia
Salah satu cara yang lebih modern dan efektif untuk mengendalikan kadar amonia adalah dengan menggunakan produk berbasis bioteknologi seperti Biodesis dari Sampangan. Biodesis membantu dalam proses dekomposisi kotoran ayam dengan lebih cepat sehingga produksi amonia dapat dikurangi secara signifikan.
Keunggulan Biodesis dalam mengatasi amonia:
- Mengurangi bau amonia dengan lebih efektif.
- Menjaga kelembaban kandang tetap stabil.
- Memperbaiki kualitas litter sehingga lebih awet.
- Aman digunakan untuk semua jenis unggas.
4. Mengontrol Kelembaban Kandang
Kelembaban yang tinggi mempercepat produksi amonia. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol kelembaban kandang antara lain:
- Menjaga kandang tetap kering dengan menghindari kebocoran air.
- Menyesuaikan jumlah ventilasi udara agar kelembaban tidak terlalu tinggi.
- Menggunakan biodesis untuk membantu proses dekomposisi kotoran dan mengurangi kelembaban.
5. Pemberian Pakan Berkualitas
Pakan yang sulit dicerna akan meningkatkan produksi kotoran dengan kandungan nitrogen tinggi, yang berkontribusi terhadap peningkatan amonia. Oleh karena itu, pastikan:
- Menggunakan pakan dengan protein yang mudah dicerna oleh ayam.
- Menambahkan enzim pencernaan dalam pakan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi.
- Menghindari pemberian pakan berlebihan yang dapat meningkatkan produksi feses.
6. Melakukan Pengelolaan Populasi Ayam
Jumlah ayam dalam satu kandang harus disesuaikan agar tidak terlalu padat. Beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Menggunakan kandang dengan kapasitas sesuai standar (biasanya 8–10 ekor per meter persegi).
- Memastikan ayam memiliki ruang gerak yang cukup untuk mengurangi stres.
- Mengelola pertumbuhan ayam secara optimal dengan pemisahan berdasarkan umur dan ukuran.
Kesimpulan
Mengendalikan kadar amonia di kandang ayam adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Dengan menerapkan langkah-langkah seperti meningkatkan ventilasi, mengelola litter dengan baik, menggunakan produk bioteknologi seperti Biodesis dari Sampangan, serta menjaga kelembaban kandang, peternak dapat secara efektif mengurangi kadar amonia.
Selain itu, memperhatikan kualitas pakan dan mengatur populasi ayam dengan baik juga berkontribusi besar dalam menciptakan lingkungan kandang yang lebih sehat. Dengan manajemen yang baik, peternakan ayam akan lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan.