Kesehatan unggas sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka dipelihara. Salah satu faktor lingkungan yang sering diabaikan tetapi memiliki dampak besar adalah kadar amonia dalam kandang.
Amonia (NH₃) adalah gas beracun yang dihasilkan dari penguraian bahan organik seperti feses dan sisa pakan. Jika tidak dikendalikan, kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada unggas, menurunkan produktivitas, dan bahkan meningkatkan angka kematian.
Artikel ini akan membahas secara mendalam dampak kadar amonia tinggi pada unggas serta solusi untuk mengatasinya.
Apa Itu Amonia dan Bagaimana Terbentuknya?
Amonia adalah gas beracun yang terbentuk akibat proses dekomposisi bahan organik dalam kandang unggas. Sumber utama amonia adalah:
- Kotoran unggas yang menumpuk
- Sisa pakan yang membusuk
- Kurangnya sirkulasi udara yang baik dalam kandang
- Kelembaban yang tinggi di dalam kandang
Ketika kadar amonia meningkat, gas ini dapat mengiritasi sistem pernapasan unggas dan menyebabkan berbagai penyakit yang menghambat pertumbuhan dan produksi telur atau daging.
Dampak Kadar Amonia Tinggi pada Kesehatan Unggas
Tingginya kadar amonia dalam kandang unggas bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya:
a. Gangguan Pernapasan
Amonia bersifat iritan bagi sistem pernapasan unggas. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan:
- Radang saluran pernapasan
- Infeksi saluran pernapasan kronis
- Penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit
b. Penurunan Kualitas Pertumbuhan dan Produksi
Unggas yang sering terpapar amonia tinggi cenderung mengalami:
- Pertumbuhan yang lebih lambat
- Produksi telur yang menurun
- Peningkatan konversi pakan (FCR) yang menyebabkan pemborosan biaya pakan
c. Masalah pada Mata dan Kulit
Gas amonia dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit unggas, mengakibatkan:
- Mata merah dan berair
- Pembengkakan kelopak mata
- Luka pada kaki akibat kontak dengan lantai yang tercemar
d. Meningkatkan Risiko Penyakit
Tingginya kadar amonia dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti:
- Aspergillosis: Infeksi jamur pada saluran pernapasan akibat kandungan amonia yang tinggi.
- Newcastle Disease: Penyakit virus yang menyerang unggas dengan sistem imun yang lemah akibat paparan amonia.
- CRD (Chronic Respiratory Disease): Penyakit pernapasan yang sering menyerang unggas dalam lingkungan dengan kadar amonia tinggi.
Cara Mengukur Kadar Amonia dalam Kandang
Untuk memastikan kadar amonia tetap dalam batas aman, peternak harus melakukan pengukuran secara berkala. Beberapa metode yang bisa digunakan antara lain:
- Detektor gas amonia: Alat ini dapat memberikan hasil yang akurat dalam mendeteksi kadar amonia di dalam kandang.
- Indikator bau: Jika bau menyengat tercium saat memasuki kandang, itu menandakan kadar amonia sudah tinggi.
- Perilaku unggas: Unggas yang terus-menerus bersin, mengalami kesulitan bernapas, atau terlihat lesu bisa menjadi indikasi adanya masalah kadar amonia.
Cara Mengurangi dan Mencegah Kadar Amonia Tinggi
Untuk menjaga kesehatan unggas dan mencegah tingginya kadar amonia, peternak harus menerapkan langkah-langkah berikut:
a. Peningkatan Sirkulasi Udara
Ventilasi yang baik sangat penting untuk mengurangi kadar amonia dalam kandang. Beberapa cara untuk meningkatkan sirkulasi udara meliputi:
- Memasang kipas atau blower untuk mempercepat pertukaran udara.
- Memastikan ada cukup ventilasi alami dalam kandang.
- Menghindari kepadatan unggas yang terlalu tinggi agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.
b. Pengelolaan Kotoran yang Efektif
Kotoran unggas adalah sumber utama amonia. Oleh karena itu, pengelolaan kotoran yang baik dapat membantu mengurangi kadar amonia, seperti:
- Membersihkan kotoran secara rutin (minimal setiap 2-3 hari sekali).
- Menggunakan alas kandang seperti sekam padi yang dapat menyerap kelembapan.
- Mengeringkan kotoran sebelum dibuang agar tidak terjadi dekomposisi berlebihan di dalam kandang.
c. Penggunaan Probiotik dan Bioenzim
Salah satu cara modern untuk mengontrol kadar amonia adalah dengan menggunakan probiotik atau bioenzim yang dapat membantu menguraikan limbah organik secara lebih cepat. Produk ini bisa ditambahkan ke pakan atau langsung disemprotkan ke kandang.
d. Menggunakan Produk Pengendali Amonia
Beberapa peternak telah beralih ke produk pengendali amonia berbasis alami seperti Biodesis by Sampangan, yang dapat membantu mengurangi kadar amonia dalam kandang secara efektif. Produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan kesehatan unggas secara keseluruhan.
e. Kontrol Kelembaban dalam Kandang
Kelembaban yang tinggi dapat mempercepat pembentukan amonia. Cara mengontrol kelembaban dalam kandang meliputi:
- Menghindari tumpahan air di dalam kandang.
- Memastikan ventilasi tetap terbuka selama siang hari.
- Menggunakan material penyerap kelembaban seperti pasir atau sekam.
Kesimpulan
Kadar amonia yang tinggi dalam kandang unggas bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan produktivitas ternak.
Dari gangguan pernapasan hingga peningkatan risiko penyakit, dampaknya bisa merugikan peternak secara finansial dan operasional.
Oleh karena itu, pengelolaan kandang yang baik, penggunaan produk pengendali amonia, serta sistem ventilasi yang optimal adalah langkah-langkah penting yang harus diterapkan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara efektif dalam mengendalikan kadar amonia dan meningkatkan kesehatan unggas, kunjungi Biodesis by Sampangan.